Asal Usul Mesin Cetak (Printer)

Kehadiran mesin cetak benar-benar mengubahkan peradaban manusia di dunia. Bagaimana tidak, kehadiran mesin cetak membuat informasi dapat dicetak dan digandakan sebanyak-banyaknya sehingga dapat disebar ke berbagai daerah dengan tempo yang singkat. Tanpa kehadiran mesin cetak, informasi dan pengetahuan yang penting mungkin hanya akan dikuasai oleh sedikit orang di wilayah-wilayah tertentu. Sebaliknya, dengan ditemukannya mesin cetak dan didukung oleh perkembangan teknologi yang terus maju, penyebaran informasi menjadi jauh lebih mudah. Beragam bentuk-bentuk hasil cetak yang kreatif pun dapat kita lihat di mana-mana. Saat ini bermunculan berbagai media promosi yang dicetak sebagai alat penyebar informasi yang cepat dengan bentuk-bentuk yang menarik, mulai dari undangan, brosur, majalah, tabloid, surat kabar, banner, spanduk, baliho, dan sebagainya. Lantas, siapakah yang pertama kali memperkenalkan mesin cetak?

klikprint-valentine-promo

Butuh print poster, brosur, spanduk, x-banner, kartu nama, dll tapi lagi malas keluar rumah? Kini nggak perlu ribet-ribet buat cetak digital segala kebutuhan anda. Klikprint hadir sebagai solusi cetak digital online yang sangat mudah, cepat dan dengan harga yang terjangkau. Mumpung lagi ada promo nih! Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Mesin cetak pertama kali ditemukan oleh Johannes Gutenberg. Gutenberg di lahirkan di Kota Mainz, Jerman pada tahun 1398. Gutenberg merupakan putra bungsu dari pedagang yang kaya bernama Friele Gensfleisch Zur Laden dari pernikahannya dengan istri keduanya, Else Wyrich. Ayah Gutenberg, Friele merupakan seorang tukang emas untuk uskup di Mainz. Gutenberg tidak menemukan mesin cetak begitu saja. Sebelum menjadi penemu mesin cetak, Gutenberg bekerja sebagai tukang emas. Namun akibat pemberontakan yang terjadi di Mainz pada tahun 1411, Gutenberg pindah ke Strasbourg dan tinggal di sana selama 20 tahun. Di sana ia bekerja sebagai pembuat barang-barang logam. Ia menjual perhiasan-perhiasan berbahan perak dan dijual kepada biarawan. Setelah itu, Gutenberg kembali ke Kota Mainz.

Setelah kembali ke kota kelahirannya itu, ia bekerja dengan profesi yang sama seperti 20 tahun lalu yaitu sebagai tukang emas. Kembalinya Gutenberg inilah yang menjadi awal penemuan mesin cetak yang mendunia. Ketika itu Gutenberg tengah membuat surat pengampunan yang diperlukan oleh umat di gereja. Surat itu dibuat dengan tulisan skrip gotik yang ditulis tangan sehingga menyebabkan banyak kesalahan dan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Akhirnya Gutenberg mencoba membuat huruf dari logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk huruf skrip gotik. Saat itu Gutenberg berhasil membuat hampir 300 bentuk huruf untuk meniru tulisan tangan yang bersambung. Tak berhenti sampai di situ, Gutenberg terus berusaha menyempurnakan mesin cetak temuannya. Ia juga berhasil mencetak ribuan surat pengampunan dosa.

Pada tahun 1452, Gutenberg mendapatkan pinjaman uang dari Johan Fust untuk melaksanakan proyek percetakan bible. Bible ini berhasil dicetak pada tanggal 15 Agustus 1456 dengan mesin cetak buatan Gutenberg sendiri dan disebut Bible Gutenberg. Bible ini dianggap sebagai buku cetak tertua di dunia barat. Buku ini pun telah dicetak hingga 200 jilid dan bahkan dijual dengan harga yang mahal di Pameran Buku Frankfurt tahun 1456. Selain mencetak Biblenya sendiri, iya juga telah mencetak buku Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua, yang merupakan buku setebal 748 halaman dan terdiri dari 66 baris setiap lembarnya.

Keberhasilan Gutenberg dalam dunia percetakan tidak hanya sampai pada penemuannya akan mesin cetak, ia juga melakukan berbagai percobaan untuk membuat fungsi mesin cetaknya semakin efektif. Ia memperkenalkan penggunaan tinta yang berbasis minyak sehingga tinta lebih tahan lama dibandingkan yang berbasis air. Ia berusaha melakukan percetakan berwarna dengan melakukan eksperimen pada tulisan-tulisannya yaitu dengan memberi beberapa halaman berwarna di bagian depan. Penemuan Gutenberg ini dinilai sebagai penemuan besar pada 1000 tahun terakhir. Bagaimana tidak, Gutenberg benar-benar berjasa dalam usaha manusia menggandakan informasi dalam waktu cepat, bukan hanya tentang mesin yang digunakan, ia bahkan memikirkan cara untuk memaksimalkan hasil dari percetakannya dengan melakukan inovasi terhadap tinta. Jika penemuan ini tidak ditemukan, hari ini kita akan sangat kesulitan untuk memperbanyak informasi dengan melakukan cetak cepat mulai dari cetak offset hingga percetakan digital yang saat ini tengah berkembang pesat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.