Digital Printing & Percetakan Surat Kabar

Terjadi sebuah perkembangan optimisme dalam industri surat kabar karena perpaduan dari model bisnis baru dan produksi digital yang dapat berjalan berdampingan dengan teknik produksi tradisional untuk pencetak surat kabar pemasukan tambahan. Di Italia, di mana dampak dari resesi sangat dirasakan, penerbit surat kabar Centro Stampa Quotidiani (CSQ) menerapkan sebuah pemikiran kreatif dan sebuah investasi dalam perlengkapan percetakan digital  untuk memberikan penerbitnya manfaat dari teknologi dan pengalaman yang baru.

Didirikan pada tahun 2000, CSQ bekerjasama dengan 2 penerbit surat kabar, L’Eco di Bergamo dan Giornale di Brescia.

klikprint-valentine-promo

Butuh print poster, brosur, spanduk, x-banner, kartu nama, dll tapi lagi malas keluar rumah? Kini nggak perlu ribet-ribet buat cetak digital segala kebutuhan anda. Klikprint hadir sebagai solusi cetak digital online yang sangat mudah, cepat dan dengan harga yang terjangkau. Mumpung lagi ada promo nih! Klik di sini untuk info lebih lanjut.

“Saat ini sangat jarang kami mendengar 2 atau lebih penerbit melakukan kerjasama untuk mencetak surat kabar mereka, namun pada tahun 2000, ini adalah sebuah ide yang inovatif dan revolusioner” jawab Dario De Cian, General Manager CSQ. De Cian melanjutkan, “kerjasama ini telah melahirkan sebuah sarana stabilitas yang tidak dirasakan oleh penerbit surat kabar lainnya.”

Mengukir sebuah peluang untuk surat kabar digital, CSQ mencoba menggunakan sebuah Inkjet Web Press untuk memproduksi sebuah surat kabar. Selama musim panas, perusahaan ini mencetak beberapa surat kabar dari negara asing untuk di distrubusikan ke resort-resort di Mediterania. Sementara oplah cetak musim panas disesuaikan menggunakan percetakan offset, di luar masa liburan, percetakan dan distribusi dihentikan karena tidak adanya permintaan dari pelanggan. Dengan adanya Inkjet Web Press, CSQ tidak hanya mencetak judul yang sama dengan jumlah yang lebih kecil pada saat permintaan sedikit, tetapi dengan teknologi ini, CSQ mampu mengirimkan berita pada hari yang sama kepada para turis dan warga negara asing.

De Cian menjelaskan, “Kami selalu menggunakan teknologi terdepan dari awal kami memulai bisnis kami, saat ini kami pun menggunakan teknologi yang paling up to date sehingga kami bisa memberikan solusi bagi para pelanggan kami.” De Cian mengatakan, kemampuan dari teknologi cetak saat ini mampu menghasilkan kertas koran dengan substrat yang sama (45g/m2) dan pada kualitas yang sama dengan edisi yang dihasilan menggunakan mesin offset. Dalam hal ini, De Cian menggunakan HP T230 Inkjet Web Press.

Kemampuan percetakan digital membuat penerbit mempunyai peluang untuk membuka pasar baru.

Pada bulan Juni, CSQ mencetak sebuah edisi Cannes Film Festival  untuk majalah Paris “La Paulette”. Majalah ini ditulis di Cannes dan kemudian hasil penulisannya dikirimkan dalam bentuk PDF kepada CSQ. Majalah ini kemudian dicetak dan didistribusikan ke Cannes dengan surat kabar asing lainnya dan disebarkan selama festival tersebut berlangsung.

Kami dapat menggunakan file PDF yang sama, mengubah ukurannya jika dibutuhkan, dan mencetak halaman tambahan tersebut pada kertas dengan kualitas yang lebih baik menggunakan Inkjet Web Press dan menggunakannya secara bebas sebagai materi promosi yang dipromosikan ke hotel-hotel, restoran, kantor turis, dan lain-ain.

De Cian menjelaskan pula, dengan adanya perkembangan digital printing ini, jangka dari sebuah percetakan (baik untuk jangka panjang ataupun pendek), tidak menjadi sebuah masalah karena surat kabar dicetak menggunakan mesin cetak digital.

Mencetak 500 copy  dari sebuah terbitan 80-96 halaman dengan mesin offset juga dapat dilakukan oleh mesin digital printing 5000 copy dengan nomor halaman yang lebih sedikit.

Memperkenalkan digital printing bagi pengguna surat kabar

Tantangan yang dihadapai oleh CSQ di sektor surat kabar pada dasarnya sama dengan apa yang dihadapi lebih awal oleh pelaku usaha digital printing yang dikomersialkan

“Kami adalah pencetak offset. Saat ini hanya sedikit dari hasil karya kami dicetak secara digital. Kami juga masih sangat baru dengan hal ini, baru sekitar 9 bulan,” jelas De Cian.

Memperkenalkan konsep penerbitan yang baru di saat perputaran surat kabar menurun sehingga pendapatan juga menurun membutuhkan strategi khusus dan pendekatan yang imajinatif untuk sebuah pertumbuhan bisnis.

“Oplah produksi kami jatuh dari jumlah 20% pada 5 tahun terakhir. Kondisi ini membuat penjualan iklan dan percetakan menjadi sangat sulit. Menjual percetakan digital  berbeda dengan menjual percetakan konvensional.”

“Ide bahwa anda bisa menghasilkan tambahan yang terbatas, memasang iklan pada lokasi yang spesifik akan menarik seluruh kelas periklanan pada digital printing, merupakan bagian yang sangat menarik. Hal ini membuka pasar baru bagi ribuan periklanan yang potensial. Tantangannya adalah kita perlu menjual nilai periklanan yang lebih rendah untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Ini membutuhkan banyak sumber daya yang kebanyakan penerbit tidak miliki.”

Surat kabar yang dicetak secara digital membutuhkan sebuah perubahan pola pikir dari sang penerbit. Seperti dalam pasar komersial, konsep jumlah minimum permintaan cetak tidak lagi digunakan.

Ketika mencetak secara konvesional, ada banyak percetakan surat kabar memiliki minimum order, misalnya 5000 copy meskipun hanya 1000 copy yang dibutuhkan. Kelebihan cetak ini akan dikumpulkan oleh distributor hanya untuk dikembalikan dan didaur ulang. Biaya ini sangat mahal dan boros. Dengan percetakan digital , kami hanya mencetak jumlah yang kami butuhkan, sehingga dampaknya bagi biaya percetakan dan distribusi hasil cetak menjadi  besar.

Inkjet Web Press membuat kami dapat menyesuaikan kepadatan dari tinta saat cetak. Dengan mengurangi kepadatan tinta pada beberapa penerbitan dimana kualitas cetak tidak dipermasalahkan, penerbit dapat melakukan penghematan biaya produksi.

“Kemampuan percetakan digital  pada surat kabar adalah sebuah sarana yang tinggi nilainya yang membantu kami menyediakan pelayanan yang kompetitif dan fleksibel bagi para pelanggan kami. Hal ini memungkinkan kami untuk menyampaikan isu dari sebuah kasus atau permasalahan kepada masyarakat”, jelas De Cian.

Referensi : printingnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.