Penggolongan Warna (3)

Percampuran dari ketiga warna dasar dalam perbandingan 1:1:1 akan menghasilkan warna netral. Hasil dari campuran ketiga warna ini secara tepat akan menuju ke warna hitam. Percampuran ini sering kali muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam.

Berikut ini warna-warna yang tergolong dalam warna netral:

1. Hitam

Dari segi psikologis, hitam dapat menimbulkan beberapa kesan. Di sisi yang positif, hitam dapat memberikan kesan keanggunan, firmalitas, dan kekuatan. Dari sisi negatif, hitam seringkali digunakan untuk menggambarkan kejahatan, kematian, dan misteri. Hitam juga menggambarkan suasana berkabung di banyak negara Barat. Di beberapa kebudayaan, hitam juga menggambarkan suasana pemberontakan, Halloween, dan klenik. Dalam seni desain hitam juga dapat digunakan  untuk menimbulkan kesan canggih dan misteri.

Hitam merupakan warna yang paling kuat dari warna-warna netral lainnya. Selain menggambarkan suasana di atas. Dalam dunia desain hitam seringkali digunakan untuk menimbulkan kesan elegan. Kesan ini dapat ditimbulkan baik secara konservatif ataupun modern, tradisional atau konvensional. Hal ini bergantung dari warna-warna apa yang dipadukan dengan warna hitam.

2. Putih

Warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan kesucian, kebersihan, kebaikan, dan kebajikan. Seringkali, warna ini juga digunakan untuk pakaian dari gaun pengantin perempuan pada hari pernikahan. Selain itu, karena menggambarkan kebersihan, warna putih biasa digunakan dalam industri perawatan kesehatan, seperti dokter, perawat, dokter gigi, dan lain-lain.

Warna putih berada pada ujing spektrum dari hitam. Warna ini dapat bekerja sama saat dipadukan dengan warna lain. Karena warnanya yang netral, warna putih seringkali dijadikan warna latar yang memungkinkan warna lainnya menjadi bagian yang menonjol. Warna ini juga seringkali digunakan untuk desain minimalis. Putih juga dapa digunakan baik musim dingin maupun musim panas. Hal ini bergantung dari motif dan warna yang dipadukan dengannya.

3. Abu-abu

Warna abu-abu dapat menimbulkan kesan surat dan menyedihkan. Namun seringkali cahaya dari warna ini  digunakan sebagai pengganti untuk warna desain putih. Warna ini merupakan akhir dari spektrum warna. Abu-abu seringkali dianggap sebagai warna yang konservatif dan formal namun bukan berarti tidak dapat digunakan untuk menimbulkan kesan moderen.

4. Coklat

Warna ini merupakan warna netral yang hangat. Warna ini sangat berhubungan dengan bumi, kayu, dan batu. Warna coklat memberikan kesan ketergantungan dan kehandalan serta ketabahan. Warna ini juga sangat membumi namun dapat juga dianggap membosankan. Pada desain coklat biasanya digunakan untuk warna latar belakang. Warna ini juga terkadang digunakan dalam bentuk paling gelap sebagai pengganti warna hitam, baik dalam latar maupun tipografi.

Melalui penggolongan warna netral ini, anda dapat belajar untuk menggunakan warna-warna di atas untuk hasil karya desain yang membutuhkan warna-warna netral sehingga dapat dipadukan dengan warna-warna lainnya. Untuk hasil percetakan terbaik, pastikan anda hanya menggunakan jasa kami. Kunjungi segera website kami klikprintl.co.id atau hubungi (031) 3557730.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Penggolongan warna (2)

Warna primer additif

Sistem warna additif merupakan alat yang digunakan untuk menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan suatu sensasi warna.  Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau akan menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Sementara itu, campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan. Sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu. Jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna atau model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan apabila dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan jika tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0) maka ruang tersebut sama sekali tidak ada cahaya dan akan menjadi gelap total. Apabila kita menambahkan cahaya merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah. Misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat terlihat berwarna merah. Demikian halnya apabila cahaya kita ganti dengan hijau atau biru. Warna RGB inii juga yang difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya sehingga mencerahkan warna latar belakang  yang  gelap yaitu hitam.

Selain berfungsi sebagai warna latar belakang monitor pada komputer, Warna RGB juga digunakan untuk televisi dan scanner. Warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan. Warna RGB pada dasarnya memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih leluasa dalam bermain warna.

Warna primer subtraktif

Metode campuran warna substraktif merupakan media yang menggunakan pantulan cahaya untuk menghasilkan warna. Rangkaian warna primer subtraktif terdiri dari warna merah, kuning, biru / RYB (red, yellow, blue). Campuran warna ini paling sering digunakan dalam bidang seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange atau jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang berjarak sama dalam sebuah lingkaran warna.

Pemakaian warna merah, biru, kuning sebagai warna primer menghasilkan gamut (rentang warna) yang tergolong sempit atau kecil, sehingga beberapa warna tidak bisa dicapai dengan campuran tersebut. Oleh karena itu, percetakan warna yang modern menggunakan campuran warna magenta, kuning, cyan, atau yang sering kita sebut sebagai CMYK, bukan RYB.

Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi dan sesuai dengan desain, digunakan pemakaian warna primer subtraktif, yaitu magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. CMYK didapatkan dari mengurai tinta atau disebut juga campuran warna subtraktif.

Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau. Sementara campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah. Sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam takaran yang seimbang, kombinasi tiga warna ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.

Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan ”K” (key) yang berarti key plate dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).

Warna sekunder

Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan perbandingan ukuran 1:1. Misalnya, warna jingga merupakan hasil kombinasi warna merah dan kuning, hijau adalah kombinasi biru dan kuning, sementara campuran merah dan biru menghasilkan warna ungu.

Warna tersier

Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Contohnya, warna jingga kekuningan merupakan hasil kombinasi warna kuning dan jingga.

Selain pembagian warna di atas, warna juga digolongkan ke dalam kategori lainnya seperti warna netral, warna panas, dan warna dingin. Penggolongan warna ini akan dibahas pada artikel berikutnya.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Penggolongan Warna (part 1)

Artikel kali ini akan membahas lebih dalam tentang warna, khususnya penggolongan warna. Artikel ini akan berlanjut pada beberapa artikel berikutnya dikarenakan pembahasannya yang cukup panjang, namun tetap menarik untuk diketahui. So, mari kita memperluas wawasan kita akan warna. Kali ini kita akan membahas penggolongan warna menurut teori seorang ilmuan bernama Brewster.

Penggolongan warna yang pertama adalah warna primer yang merupakan deret warna yang tercipta bukan dari hasil percampuran warna lain. Golongan warna yang termasuk dalam warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Berdasarkan Teori Brewster warna-warna ini digolongkan ke dalam warna-warna dasar. Sementara warna-warna lainnya merupakan bentukan atau hasil percampuran dari warna-warna primer. Warna yang dimaksud dalam warna primer ini yaitu warna merah seperti darah, biru seperti langit atau laut, dan kuning seperti kuning telur. Ketiga warna inilah yang sampai saat ini dipakai dalam bidang seni rupa.

Penggabungan dari warna-warna primer disebut dengan warna sekunder. Sementara penggabungan dari warna primer dan warna sekunder disebut warna tersier. Sebenarnya secara teknik warna merah-kuning-biru bukan merupakan warna pigmen primer. Mengapa bisa seperti itu? Sebab warna primer yang sesungguhnya adalah magenta, kuning, dan cyan. Jadi merah pada dasarnya merupakan istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna magenta. Sementara biru adalah istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna cyan. Sementara itu, biru, bersama dengan warna hijau sebenarnya adalah warna sekunder. Tetapi kedua warna ini merupakan warna primer dalam cahaya, bersama dengan warna merah.

Warna primer sebenarnya bukanlah miliki cahaya, namun lebih ke arah konsep biologis yang didasarkan pada respon fisiologis dari mata manusia terhadap cahaya. Cahaya sendiri merupakan spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang yang berarti terdapat sejumlah warna yang tak terhingga. Namun mata manusia hanya memiliki tiga jenis alat penerima cahaya yang disebut sel kerucut (di retina), di mana, sel ini yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu. Manusa memiliki tiga macam reseptor warna yang disebut makhluk trichromat. Manusia dapat melihat sampai dengan 400 nanometer yaitu warna violet. Sedangkan makhluk hidup dengam empat reseptor yang disebut tetrachromat, dengan 4 reseptor warna, makhluk ini dapat melihat warna ultraviolet sampai dengan 300 nanometer. Warna primer keempat ini kemugnkinan bertempat di panjang gelombang yang lebih rendah dan kemungkinan adalah warna magenta spektral murni. Warna ini lebih dari sekedar magenta yang kita lihat sebagai campuran dari warna merah dan biru.

Inilah asal mula dari warna-warna yang kita lihat selama ini. Warna-warna ini kemudian dicampurkan dengan menggunakan media penggabungan pancaran cahaya sehingga menghasilkan warna-warna yang dikenal dalam dunia desain dan percetakan digital, seperti RGB, CMYK, RYB, dan sebagainya. Yuk, simak artikel selanjutnya untuk memperlajari lebih dalam penggabungan warna-warna ini.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Warna dan Fungsinya dalam Dunia Desain dan Percetakan Digital

Kesesuaian warna antara desain dan hasil cetak merupakan unsur yang sangat penting yang akan berpengaruh kepada seberapa jauh kepuasan pelanggan yang didapat. Sementara bagi sebuah usaha percetakan digital, kepuasan pelanggan tentu menjadi prioritas yang utama. Lantas, seberapa besarkah warna mempengaruhi keberhasilan karya desain melalui hasil cetak yang maksimal?

Ternyata warna memiliki peranan yang begitu dekat dengan kehidupan manusia. Berikut ini merupakan fungsi warna dalam bidang seni desain yang perlu kita ketahui :

  1. Identitas

Warna merupakan sebuah lambang atau penanda yang membuat orang menjadi lebih mudah untuk mengingat suatu hal. Dengan warna, kita dapat dengan mudah mengenali suatu kelompok, masyarakat, atau organisasi, bahkan sebuah negara baik melalui logo, bendera, seragam, dan sebagainya.

Dalam dunia branding, warna merupakan penentu makna yang sangat penting yang mempengaruhi persepsi seseorang. Dengan warna pula, merk dari sebuah produk dapat dengan mudah dikenali dan dingat oleh masyarakat luas. Misalnya, logo berbentuk huruf M dan berwarna kuning dikenali sebagai McDonald. Logo berbentuk burung berwarna biru merupakan logo twitter, dan sebagainya.

  1. Isyarat atau alat komunikasi

Warna membantu untuk menyampaikan makna atas pesan tertentu. Misalnya, merah melambangkan keberanian, putih kesucian, dan sebagainya. Dalam beberapa kondisi, misalnya seperti pada saat parang, bendera berwarna putih menandakan pihak lawan menyerah.

Warna juga melambangkan pola atau tradisi tertentu. Contohnya pada lampu lalu lintas, merah artinya berhenti, kuning berarti hati-hati, dan hijau artinya berjalan. Tanda silang merah yang berarti palang merah. Mobil pemadam kebakaran selalu berwarna merah, dan masih banyak contoh di mana warna menentukan makna dari benda yang melekat kepadanya.

  1. Psikologis

Warna ternyata mempunyai fungsi yang cukup dalam di dalam kehidupan kita. Pemilihan warna bisa jadi menggambarkan kepribadian seseorang. Misalnya, orang dengan kepribadian extovert biasanya lebih senang menggunakan warna-warna cerah dan panas. Sementara sebaliknya, orang dengan kepribadian introvert lebih sering menggunakan warna-warna yang dingin dan gelap. Selain itu warna juga bisa mempengaruhi suasana di suatu tempat, misalnya untuk membuat tempat yang terkesan menyeramkan, kita harus banyak menggunakan warna-warna yang gelap. Sementara untuk menciptakan suasana yang ceria dan semangat belajar yang tinggi, sekolah taman kanak-kanak biasanya mewarnai dinding mereka dengan beragam warna-warna cerah. Dari sini kita dapat melihat, warna memiliki peran dalam mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.

4. Estetika

Warna melakukan perannya sebagai warna ketika ia diletakkan dalam sebuah desain, yaitu menetukan keindahan sebuah karya. Warna yang tepat akan membuat suatu karya desain akan semakin maksimal. Selain itu, warna juga membantu kita untuk membedakan objek yang satu dengan objek yang lain. Jadi warna membantu membuat kita mengenali objek dari sebuah karya.

5. Struktural

Warna juga bisa berfungsi sebagai pengarah agar para pembaca atau penikmat karya desain melihat informasi-informasi penting yang ingin disampaikan oleh seniman. Dengan warna, informasi dapat diurutkan dengan struktur. Misalnya, dari informasi yang penting ke informasi yang kurang penting. Warna juga membantu kita untuk membedakan poin informasi yang satu dengan yang lainnya.

6. Alamiah

Warna merupakan properti yang melekat pada objek alam tertentu. Dengan kata lain, warna itu sendiri yang menggambarkan bagaimana suatu objek tertentu. Misalnya langit dan laut pasti berwarna biru, daun dan rumput berwarna hijau. Warna ini membuat kita mengenali dengan mudah objek-objek yang melekat dalam kehidupan kita sehari-hari.

Warna ternyata memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tidak terbayangkan jika segala hal yang kita lihat hanya berwarna hitam dan putih. Tentu akan sulit sekali untuk membedakan berbagai objek. Warna memiliki pengaruh yang besar dan tidak terlepas dari kehidupan kita. Oleh karena itu kita tidak bisa sembarangan memilih warna yang akan kita gunakan dalam hasil karya desain kita. Dan kita harus dapat memastikan bahwa jasa percetakan yang kita gunakan mampu menghasilkan warna yang akurat sesuai dengan hasil desain kita. Percayakan hasil cetak desain anda kepada kami. Kunjungi klikprint.co.id dan ikuti langkah-langkahnya. Info lebih lanjut dapat menghubungi (031) 3557730.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Penemuan Warna

Warna merupakan unsur penting dalam dunia percetakan. Tanpa warna, hasil desain yang akan dicetak tidak akan memiliki nilai estetika yang dapat menarik orang untuk melihatnya. Hal ini sesuai dengan apa dikemukakan oleh Arniti Kusmiati dan Pramudji Suptandar dalam bukunya “Unsur Warna dalam Perancangan Desain” bahwa warna menjadi unsur penting dalam sebuah desain. Sebab, warna membuat suatu karya desain memiliki nilai lebih. Warna sendiri merupakan mutu cahaya yang dapat ditangkap oleh indra pengelihatan kita (Arniti Kusmiati dan Pramudji Suptandar, 1997:1). Sedangkan menurut Mita Purbasari (2000:12-13), warna adalah sebuah alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan suatu pesan, ide, ataupun gagasan tanpa menggunakan tulisan atau bahasa.

Dari pernyataan ini dapat kita simpulkan, salah satu unsur penting dalam percetakan digital adalah bagaimana warna yang merupakan sebuah penambah nilai dalam hasil karya atau desain dapat diproduksi secara tepat. Produksi dari pewarnaan yang tepat juga perlu didukung oleh pengetahuan mengenai asal mula warna itu sendiri. Oleh karena itu mari kita sedikit mempelajari sejarah dari warna.

Warna sendiri ditemukan melalui berbagai percobaan oleh beberapa ilmuan pada tahun yang berbeda. Temuan-temuan itu saling menopang satu sama lain sehingga pengetahuan akan warna terus berkembang dari zaman ke zaman.

  • Tahun 1660 : Issac newton melakukan percobaan dengan prisma kaca yang membuktikan bahwa sinar putih terdiri dari beberapa warna (spektrum warna).
  • Tahun 1731 : J. C. Le Blon menemukan warna utama yaitu kuning, merah, dan biru sebagai warna utama.
  • Tahun 1790 : Hermann Von Helmholzt dan James Clerk Maxwell mendasarkan warna pada cahaya matahari dan bertumpu pada hukum hukum fisika.
  • Tahun 1810 : Johann Wolfgang Von Goethe menggolongkan warna menjadi dua warna utama yaitu kuning (yang berhubungan dengan kecerahan) dan biru (dengan kegelapan)
  • Tahun 1824 : Michel Eguene Chevreul, seorang direktur utama perusahaan permadani di Prancis, mengembangankan teori harmoni warna pada textile the law of simultaneous constrast of colour. Ia juga mengembangkan teori merah kuning biru.
  • Tahun 1831 : David Brewster menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna yaitu primer, sekunder, terseier, dan netral
  • Tahun 1879 : Ogden Rood mengembangkan teori lingkaran warna berdasarkan warna merah hijau biru dan terdapat warna putih di tengahnya.
  • Tahun 1898 : Albert H. Munsel ia mulai menggunakan sistemnya pada tahun 1898 dan menerbitkannya dalam a colour notation 1965. Ia memakai rintisan warna yang dikemukakan oleh ahli fisika berupa lingkaran warna 3 dimensi (hue, value, crhoma).
  • Tahun 1900 : Helbert E. Ives mengemukakan pencampuran warna sebagai berikut :
  • red = magenta + cyan
  • blue = magenta + turquoise

Hasil dari pencampuran ini adalah lingkaran warna dengan warna primer magenta, cyan, yellow.

  • Tahun 1934 : Farber Biren, seorang ilmuan Amerika membuat percobaan sendiri dengan membuat bagan berdasarkan warna tradisional (merah, kuning, biru). Kemudian ia membuat lingkaran warna yang pusatnya tidak di tengah karena menurutnya, warna panas lebih dominan dari pada warna sejuk.

Teori-teori inilah yang mendorong berkembangnya penggunaan warna diberbagai bidang termasuk dalam bidang desain dan digital printing. Anda memiliki kebutuhan cetak yang cepat dan berkualitas? Tidak perlu repot-repot keluar dari rumah anda. Cukup upload file anda di klikprint.co.id ikuti langkah-langkahnya, hasil cetak anda akan segera sampai ke rumah anda. Info lebih lanjut dapat menghubungi (031) 3557730.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Flatbeds Printer, Pernahkah Anda Mendengarnya?

Istilah ini mungkin masih asing terdengar di Indonesia. Tapi jenis printer ini nampaknya cukup menarik perhatian para pengusaha di bidang digital printing mancanegara. Hal ini didorong dari salah satu perusahaan dengan merk yang dikenal oleh masyarakat dunia yang baru-baru ini mengeluarkan seri printer terbarunya yang berjenis Flatbeds printer. Apa itu Proses percetakan dengan Flatbeds printer?

Proses ini merupakan proses percetakan ulang dari gambar digital menggunakan printer inkjet yang biasanya dicetak pada plastik ataupun karton. Namun dapat pula dicetak kertas foto, kertas film, kain, dan lain-lain. Tinta yang digunakan oleh Flatbeds printer terbuat dari monomer akrilik yang kemudian terekspos oleh sinar UV. Dengan jenis printer ini, kita dapat melakukan percetakan di berbagai jenis permukaan seperti kayu, metal, karpet, gelas, dan sebagainya. Printer ini membuat kita dapat menggunakan media cetak dengan berbagai ketebalan, mulai dari selembar kertas yang tipis hingga ketebalan beberapa inci. Printer ini memang didesain khusus untuk kebutuhan komersial. Dapat pula digunakan sebagai pengganti dalam mencetak screen (screen printing). Jika dibandingkan printer pendahulunya solvent printer, printer ini menghasilkan lebih sedikit residu pada catridge dan lebih sedikit polusi di dalam ruangan. Resolusi dari printer ini dari 72 DPI (dots per inch)hingga 1700 DPI. Kelebihan dari printer ini terdapat pada kemampuannya mencetak pada berbagai material meski tetap terbatas pada permukaan datar.

Mimaki melakukan launching produk terbarunya UV Flatbed Printer yang dapat mencetak di atas bidang apapun

Mei 2017 – Sebuah perusahaan besar penghasil inkjet printer, Mimaki baru-baru ini mengeluarkan printer Flatbed terbarunya yang mencetak di atas media apapun. Launching ini dilakukan pada FESPA 2017 (Federation of Europan Screen Printers Association), bulan Mei lalu.

Printer seri UJF-3042MkII EX ini memiliki beberapa fungsi tambahan dari generasi sebelumnya sehingga kinerjanya menjadi lebih baik dan lebih mudah digunakan. Jenis printer ini menggabungkan 4 langkah menjadi 1 yaitu menghasilkan kemampuan untuk menempatkan tinta primer pada pelekatan tinta yang kuat, tinta putih untuk tingkat opacity yang tinggi, pencetakan full colour CMYK, dan hasil permukaan cetak yang bersih. Semua ini dilakukan dalam satu langkah pencetakan.

Printer ini telah dikeluarkan oleh Mimaki sejak musim panas lalu dan telah diterima dengan baik di masyarakat. Dengan tinta dari printer Mimaki yang sangat jernih, baik dengan efek glossy maupun matte, printer ini dapat memberikan tekstur dan kedalaman tertentu pada hasil cetak. Tinta dapat dicetak pada beberapa lapisan sehingga menghasilkan efek emboss dan dapat pula digunakan dengan tekstur referensi dari Mimaki pada aplikasi Mimaki RasterLink6 RIP software yang menawarkan 129 tekstur yang berbeda. Contoh-contoh teksturnya dapat dilihat menggunakan Adobe Illustrator. Penggunaan dari terkstur-tekstur tersebut dengan tinta yang jernih dapat memberikan desain yang terlihat lebih rinci seperti motif bunga-bunga dan motif lainnya yang membuat hasil cetak menjadi semakin sempurna. Kehadiran printer ini tentu akan mempermudah proses percetakan dan proses percetakan digital menjadi semakin berkembang. Semoga penggunaan printer ini dapat dikembangkan pula di Indonesia!

Referensi : Fespa.com

PENGERTIAN DAN FUNGSI BROSUR

PENGERTIAN DAN FUNGSI BROSUR

Pengertian Brosur

Sebelum kita melahkan lebih jauh untuk mengetahui cara membuat brosur dengan mudah, ada baiknya kita mengenal brosur terlebih dahulu. Secara garis besar, brosur dapat didefinisikan sebagai media promosi yang digunakan perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dengan menginformasikan keunggulan-keunggulannya. Pada umumnya media promo ini terbuat dari kertas, terdiri dari beberapa halaman saja (biasanya 2-3 halaman), dan tidak dijilid.

Mengapa Harus Brosur?

Brosur merupakan salah satu media yang banyak dilakukan untuk melakukan kegiatan promosi atau pemasaran oleh perusahaan-perusahaan baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Mengapa demikian? sebenarnya banyak hal yang mendasari dibuatnya brosur oleh perusahaan dalam rangka kegiatan pemasaran, namun alasan yang banyak digunakan adalah karena mudah digunakan dan murah.

Fungsi Dari Brosur

Sesuatu dibuat tentu memiliki fungsi yang bermanfaat untuk pembuatnya, begitu juga brosur. Brosur memiliki fungsi-fungsi tertentu yang sangat bermanfaat untuk pembuatnya (dalam hal ini adalah perusahaan yang membuat brosur tersebut). Dan inilah beberapa fungsi dari sebuah brosur:

  • Fungsi informatif, memberikan informasi mengenai perusahaan kepada konsumen seperti produk, merk, berita terkini, dan lainnya.
  • Fungsi iklan, menarik hati konsumen agar menggunakan produk perusahaan dengan menginformasikan kelebihan-kelebihan produknya.
  • Fungsi identifikasi, memudahkan konsumen dalam hal mengidentifikasi perusahaan, ini akan membuat perusahaan semakin prestige dan kredible.

Sheets vs. Pages FAQ

Bagaimana cara menghitung jumlah halaman dalam dokumen?

Kadang-kadang terjadi kebingungan dengan perbedaan antara apa yang selembar kertas dan apa yang halaman. Mereka tidak sama. Misalnya, buku di sebelah kiri memiliki dua lembar kertas yang dilipat dan dijahit Saddle (dijepit) sepanjang flip, bergabung bersama lembaran dilipat. Buklet ini berisi delapan halaman.

Gambar di bawah menunjukkan bagaimana industri percetakan menghitung jumlah halaman dalam dokumen. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang jumlah halaman dalam proyek Anda, gunakan Hubungi Kami di menu di atas. Continue reading “Sheets vs. Pages FAQ”

Bagaimana Cara Inkjet Printer Bekerja?

Setelah melihat cara kerja dari mesin cetak tradisional. Mari kita bandingkan cara kerjanya dengan mesin cetak digital. Mesin cetak digital menggunakan inkjet printer yang saat ini sudah banyak digunakan.

Printer Inkjet merupakan hasil evolusi dari printer dot-matrix. Printer ini tidak menggunakan jarum metal tetapi menggunakan ribuan tembakan yang sangat kecil untuk membakar titik dengan tinta pada kertas. Tulisan atau gambar yang dicetak terbuat dari gabungan titik-titik sama seperti printer dot-matrix. Ukuran titik tersebut sangat kecil sehingga kita tidak dapat melihatnya. Setiap jenis printer inkjet membakar tinta dengan cara yang berbeda-beda. Continue reading “Bagaimana Cara Inkjet Printer Bekerja?”

Bagaimana Percetakan Tradisional Bekerja?

Abad 15 adalah masa di mana teknologi percetakan muncul sebagai sebuah penemuan besar. Adanya perkembangan percetakan modern memungkinkan dicetaknya ribuan buku di dunia. Meskipun saat ini banyak surat kabar, buku, dan berbagai media yang dicetak beralih menjadi versi online, percetakan tetap menjadi sektor yang sangat penting seperti sedia kala. Lihatlah ruang di sekeliling anda dan anda akan menemukan banyak jenis hasil cetak, mulai dari stiker, T-shirt, poster, dan lain-lain. Jadi, bagaimana sebenarnya mesin pencetak bekerja? Pada artikel kali ini kita akan memperlajari beberapa cara kerja mesin percetakan tradisional sehingga kita memahami perbadingannya dengan mesin percetakan digital. Mari kita lihat lebih dekat cara kerjanya. Continue reading “Bagaimana Percetakan Tradisional Bekerja?”