Penggolongan warna (2)

Warna primer additif

Sistem warna additif merupakan alat yang digunakan untuk menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan suatu sensasi warna.  Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau akan menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Sementara itu, campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan. Sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu. Jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna atau model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue).

klikprint-valentine-promo

Butuh print poster, brosur, spanduk, x-banner, kartu nama, dll tapi lagi malas keluar rumah? Kini nggak perlu ribet-ribet buat cetak digital segala kebutuhan anda. Klikprint hadir sebagai solusi cetak digital online yang sangat mudah, cepat dan dengan harga yang terjangkau. Mumpung lagi ada promo nih! Klik di sini untuk info lebih lanjut.

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan apabila dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan jika tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0) maka ruang tersebut sama sekali tidak ada cahaya dan akan menjadi gelap total. Apabila kita menambahkan cahaya merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah. Misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat terlihat berwarna merah. Demikian halnya apabila cahaya kita ganti dengan hijau atau biru. Warna RGB inii juga yang difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya sehingga mencerahkan warna latar belakang  yang  gelap yaitu hitam.

Selain berfungsi sebagai warna latar belakang monitor pada komputer, Warna RGB juga digunakan untuk televisi dan scanner. Warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan. Warna RGB pada dasarnya memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih leluasa dalam bermain warna.

Warna primer subtraktif

Metode campuran warna substraktif merupakan media yang menggunakan pantulan cahaya untuk menghasilkan warna. Rangkaian warna primer subtraktif terdiri dari warna merah, kuning, biru / RYB (red, yellow, blue). Campuran warna ini paling sering digunakan dalam bidang seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange atau jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang berjarak sama dalam sebuah lingkaran warna.

Pemakaian warna merah, biru, kuning sebagai warna primer menghasilkan gamut (rentang warna) yang tergolong sempit atau kecil, sehingga beberapa warna tidak bisa dicapai dengan campuran tersebut. Oleh karena itu, percetakan warna yang modern menggunakan campuran warna magenta, kuning, cyan, atau yang sering kita sebut sebagai CMYK, bukan RYB.

Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi dan sesuai dengan desain, digunakan pemakaian warna primer subtraktif, yaitu magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. CMYK didapatkan dari mengurai tinta atau disebut juga campuran warna subtraktif.

Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau. Sementara campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah. Sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam takaran yang seimbang, kombinasi tiga warna ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.

Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan ”K” (key) yang berarti key plate dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).

Warna sekunder

Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan perbandingan ukuran 1:1. Misalnya, warna jingga merupakan hasil kombinasi warna merah dan kuning, hijau adalah kombinasi biru dan kuning, sementara campuran merah dan biru menghasilkan warna ungu.

Warna tersier

Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Contohnya, warna jingga kekuningan merupakan hasil kombinasi warna kuning dan jingga.

Selain pembagian warna di atas, warna juga digolongkan ke dalam kategori lainnya seperti warna netral, warna panas, dan warna dingin. Penggolongan warna ini akan dibahas pada artikel berikutnya.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.