Penggolongan Warna (part 1)

Artikel kali ini akan membahas lebih dalam tentang warna, khususnya penggolongan warna. Artikel ini akan berlanjut pada beberapa artikel berikutnya dikarenakan pembahasannya yang cukup panjang, namun tetap menarik untuk diketahui. So, mari kita memperluas wawasan kita akan warna. Kali ini kita akan membahas penggolongan warna menurut teori seorang ilmuan bernama Brewster.

Penggolongan warna yang pertama adalah warna primer yang merupakan deret warna yang tercipta bukan dari hasil percampuran warna lain. Golongan warna yang termasuk dalam warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Berdasarkan Teori Brewster warna-warna ini digolongkan ke dalam warna-warna dasar. Sementara warna-warna lainnya merupakan bentukan atau hasil percampuran dari warna-warna primer. Warna yang dimaksud dalam warna primer ini yaitu warna merah seperti darah, biru seperti langit atau laut, dan kuning seperti kuning telur. Ketiga warna inilah yang sampai saat ini dipakai dalam bidang seni rupa.

klikprint-valentine-promo

Butuh print poster, brosur, spanduk, x-banner, kartu nama, dll tapi lagi malas keluar rumah? Kini nggak perlu ribet-ribet buat cetak digital segala kebutuhan anda. Klikprint hadir sebagai solusi cetak digital online yang sangat mudah, cepat dan dengan harga yang terjangkau. Mumpung lagi ada promo nih! Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Penggabungan dari warna-warna primer disebut dengan warna sekunder. Sementara penggabungan dari warna primer dan warna sekunder disebut warna tersier. Sebenarnya secara teknik warna merah-kuning-biru bukan merupakan warna pigmen primer. Mengapa bisa seperti itu? Sebab warna primer yang sesungguhnya adalah magenta, kuning, dan cyan. Jadi merah pada dasarnya merupakan istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna magenta. Sementara biru adalah istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna cyan. Sementara itu, biru, bersama dengan warna hijau sebenarnya adalah warna sekunder. Tetapi kedua warna ini merupakan warna primer dalam cahaya, bersama dengan warna merah.

Warna primer sebenarnya bukanlah miliki cahaya, namun lebih ke arah konsep biologis yang didasarkan pada respon fisiologis dari mata manusia terhadap cahaya. Cahaya sendiri merupakan spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang yang berarti terdapat sejumlah warna yang tak terhingga. Namun mata manusia hanya memiliki tiga jenis alat penerima cahaya yang disebut sel kerucut (di retina), di mana, sel ini yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu. Manusa memiliki tiga macam reseptor warna yang disebut makhluk trichromat. Manusia dapat melihat sampai dengan 400 nanometer yaitu warna violet. Sedangkan makhluk hidup dengam empat reseptor yang disebut tetrachromat, dengan 4 reseptor warna, makhluk ini dapat melihat warna ultraviolet sampai dengan 300 nanometer. Warna primer keempat ini kemugnkinan bertempat di panjang gelombang yang lebih rendah dan kemungkinan adalah warna magenta spektral murni. Warna ini lebih dari sekedar magenta yang kita lihat sebagai campuran dari warna merah dan biru.

Inilah asal mula dari warna-warna yang kita lihat selama ini. Warna-warna ini kemudian dicampurkan dengan menggunakan media penggabungan pancaran cahaya sehingga menghasilkan warna-warna yang dikenal dalam dunia desain dan percetakan digital, seperti RGB, CMYK, RYB, dan sebagainya. Yuk, simak artikel selanjutnya untuk memperlajari lebih dalam penggabungan warna-warna ini.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.