Bingung Bagaimana Memadukan Warna? Pelajari Skema Warna! (2)

Pada artikel kali ini kita akan melanjutkan artikel sebelumnya mengenai 7 skema warna untuk memadukan warna dengan tepat. Jika anda belum belum membaca artikel sebelumnya, anda bisa klik di sini. 4 Skema warna yang akan kita bahas berikutnya adalah skema warna triadic, skema warna tetradic, skema warna split komplementer, dan skema warna persegi.

  1. Skema warna Triadic (Triadic color scheme)

Skema warna Triadic memiliki kombinasi tiga hue yang relatif berjarak sama dalam color wheel. Gambar di samping merupakan contoh dari skema warna Triadic, dimana terdapat tiga kombinasi hue yaitu hue warna merah, kuning, dan warna biru. Ketiga hue ini merupakan warna primer sehingga memiliki jarak yang sama dalam color wheel. Warna kuning menggambarkan kehangatan yang dilengkapi dengan warna merah pada latar yang memperkuat gambar yang memiliki sifat yang panas. Warna biru pada pakaian yang bersifat dingin memecah suasana panas pada gambar tersebut. Dari ketiga kombinasi hue pada gambar tersebut menimbulkan kesan yang dinamis.

Jika sebuah segitiga sama sisi ditarik di atas roda warna, sudut yang akan menyentuh tiga warna. Warna menyentuh dianggap warna triadic. Warna-warna primer triadic, seperti warna sekunder dan warna tersier.

Contoh Skema warna Triadic :

  1. Skema warna Tetradic (Tetradic color scheme)

Skema warna tetradic adalah skema warna yang melibatkan dua pasangan yang saling melengkapi secara bersamaan. Jika persegi panjang digambar di atas roda warna, dua pasangan yang saling melengkapi sentuhan sudut akan menjadi dasar untuk skema warna triadic. Skema warna tetradic ialah skema warna yang kompleks dan beragam. Skema warna tetradic disebut juga sebagai ganda komplementer karena menggunakan dua set warna komplementer. Meskipun skema ini bisa terlihat bervariasi dan berwarna-warni, akan tetapi ini sulit untuk menyeimbangkannya.

Berikut ini contoh skema warna tetradic :

  1. Skema warna split komplementer (Split complementary color scheme)

Skema ini adalah kombinasi warna-warna yang saling bersebrangan letaknya dalam lingkaran warna. Split komplementer menggunakan satu warna dan dua warna di sisi objek yang melengkapi. Warna primer adalah merah, kuning dan biru. Warna-warna sekunder ungu, hijau dan oranye. Warna di antara warna-warna primer dan sekunder disebut warna tersier. Contoh : Merah dan hijau, Kuning kehijauan dan ungu kemerahan

Berikut ini contoh skema warna split komplementer :

  1. Skema warna persegi(Square color scheme)

Skema warna persegi mirip dengan skema warna tetradic, tetapi dengan empat warna spasi secara merata di sekitar lingkaran warna. Skema warna persegi ialah skema warna yang paling kompleks dan beragam. Skema warna ini akan lebih baik jika membiarkan satu warna menjadi dominan. Juga harus memperhatikan keseimbangan antara warna-warna hangat dan sejuk dalam desain yang akan kita buat.

Berikut contoh Skema warna Persegi :

Referensi : iroael.wordpress.com

Bingung Bagaimana Memadukan Warna? Pelajari Skema Warna! (1)

Skema warna adalah hal yang penting untuk diketahui. Dengan mempelajari skema warna, kita menjadi tahu warna-warna apa saja yang cocok untuk dipadukan saat membuat hasil karya desain yang akan dicetak. Terdapat 7 skema warna yang akan kita bahas. Namun pada artikel kali ini kita akan membahas 4 skema warna saja.

  1. Skema warna monokromatik (monochromatic color scheme)

Skema warna ini dibuat dengan menggunakan satu warna yang sama pada roda warna namun dibuat dalam beberapa shades (gelap), tints (terang), atau tones sehingga memberikan perpaduan warna yang berbeda pada warna monokromatik. Shades adalah warna murini yang dicampurkan dengan warna hitam. Tints adalah warna murni atay hue yang dicampurkan dengan warna putih. Tones adalan warna murni atau hue yang dicampurkan dengan warna abu-abu. Skema warna ini memberikan kesan bersih dan elegan.

Pada contoh skema monokromatik di bawah ini, seluruh badan lure menggunakan versi warna hijau. Warna yang dibutuhkan adalah hijau, hitam, dan putih. Dengan menggunakan rasio yang berbeda dari putih ke hijau atau hitam ke hijau akan memberikan semua variasi warna yang anda butuhkan.

Berikut ini contoh lain dari warna monokromatik:

  1. Skema warna yang saling melengkapi / komplementer (complementary color scheme)

Dalam skema warna ini, semua warna yang digunakan adalah warna yang saling berlawanan pada roda warna. Mata manusia cenderung tertarik pada sesuatu dengan warna komplementer. Ketika anda merancang lure (umpan palsu) untuk dijual komersil dicat dengan warna komplementer (ungu dan kuning), dan menempatkan umpan monokromatik disamping umpan komplementer dalam satu rak, para pembeli/pemancing mungkin lebih tertarik pada umpan dengan warna komplementer (dengan asumsi pengerjaan cat yang baik).

Contoh dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Anda mungkin akan melihat bahwa skema warna ini cenderung untuk memberikan hal yang lebih jika dibandingkan dengan warna monokromatik. Ini adalah ciri khas umpan yang dicat dengan cara komplementer, orang-orang melihat demikian.

Warna skema mungkin melibatkan warna kombinasi. Pasangan komplementer mencakup biru dan oranye, merah dan hijau, serta ungu dan kuning. Skema warna komplementer ini dapat menggunakan berbagai tingkat kecerahan dan kejenuhan untuk meningkatkan berbagai warna.

Berikut ini contoh lain dari skema komplementari :

  1. Skema warna analog (Analog Color Scheme)

Skema warna yang analog menggunakan satu warna pada roda warna dan dua warna di sebelahnya. Contoh skema warna Analog hangat adalah merah, oranye dan kuning atau sementara skema warna analog dingin adalah biru, ungu dan hijau.

 Pendekatan skema analog yaitu memilih warna, 3 sampai 5 warna yang berdekatan satu sama lain dalam diagram roda warna. Skema analog yang paling terkenal adalah skema warna yang digunakan pada umpan klasik firetiger dengan pola yang terdiri dari warna hijau terang, kuning, dan orange.

Contoh skema warna analog :

Pada artikel berikutnya kita akan membahas 4 skema warna lainnya. Simak terus artikel dari kami agar anda dapat menemukan perpaduan warna yang baik untuk desain yang akan anda cetak. Selamat mencoba!

Referensi : iroael.wordpress.com

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna

Warna adalah poin penting dalam dunia desain grafis. Para desainer haruslah kreatif dalam menggunakan warna. Oleh karena itu, mempelajari teori warna dan hal-hal yang dapat membantu meningkatkan kreasi desainer grafis dalam bekerja dengan warna harus dilakukan. Artikel kali ini akan membahas beberapa poin penting terkait dengan penggunaan warna pada desain grafis.

  1. Color Wheel (Roda Warna)


Color Wheel merupakan teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk lingkaran (roda). Terdiri dari tiga warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning. Selanjutnya, kombinasi dari tiga warna dasar ini melahirkan warna-warna baru berupa warna sekunder. Warna sekunder terdiri dari Oranye, Ungu dan Hijau. Kombinasi antara warna sekunder dengan warna dasar (primer) melahirkan warna-warna lainnya berupa warna tersier. Warna tersier terdiri dari : kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu, dan merah-oranye. Akhirnya, warna-warna tersebut kemudian digambarkan berupa sebuah lingkaran warna yang kita kenal sekarang dengan istilah Color Wheel.

  1. Ruang pada Warna

Warna dapat dipengaruhi ruang dan bentuk yang juga dapat mempengaruhi kesan yang yang ditimbulkan. Misalnya, warna yang sama pada dua buah bentuk yang berbeda (lingkaran dan garis). Pada lingkaran, warna akan terlihat lebih terang sedangkan pada garis akan terlihat lebih gelap. Hal ini disebabkan ruang yang lebih besar yang dimiliki lingkaran dibandingkan pada garis, sehingga mata menangkap sebuah ruang luas dengan asumsi terang, meskipun warna yang diberikan adalah warna yang sama. Hal ini merupakan respon naluriah mata kita dalam menyikapi suatu kesan pada sebuah gambar.

  1. Kontras Warna

Kontras pada warna dapat dipengaruhi oleh warna lain disekitarnya. Teorinya sangat sederhana : Kontras = Gelap VS Terang. Misalnya, sebuah persegi kecil berwarna kuning berada di atas latar berwarna hitam. Maka nilai kontrasnya akan meningkat dan persegi berwarna kuning akan dengan mudah terlihat. Namun jika latar diganti dengan warna putih, maka nilai kontrasnya akan menurun dan persegi menjadi lebih sulit untuk dilihat.

  1. Psikologi Warna

Warna dapat mewakili karakter dan perasaan-perasaan tertentu. Misalnya, merah memberi kesan agresif, gairah, panas dan cepat. Hitam memberi kesan misteri, kelam, dan canggih. Dengan mempelajari psikologi warna, kita dapat menyesuaikan desain dengan kesan yang ingin ditimbulkan dan sasaran yang akan dituju sehingga komunikasi visual menjadi lebih efektif. Kesesuaian desain dengan psikologi warna akan membantu membangun suatu kesatuan rasa kepada pembaca visual.

  1. Bidang Warna

Garis outline pada sebuah bidang berfungsi sebagai pembatas warna agar tidak terlihat menyebar keselilingnya. Semakin tipis garis outline yang diberikan, maka semakin tersebar warna ke area luar bidang. Sebaliknya, semakin tebal outline, maka akan semakin tegas warna yang terdapat pada suatu bidang.

Referensi : djdhanyjaelani.wordpress.com

Tips Sebelum Mencetak Kartu Nama

Sebelum membuat kartu nama, ada beberapa hal yang harus anda check & recheck. Hal ini penting untuk dilakukan agar hasil cetak yang dihasilkan sesuai dengan harapan anda. Berikut ini beberapa tips yang bisa anda perhatikan sebelum mencetak kartu nama. Check it out!

  1. Tentukan ukuran kartu nama

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah anda harus menentukan ukuran kartu nama yang tepat. Sebab, ukuran kartu nama menentukan seberapa besar dari resolusi gambar yang akan anda gunakan untuk kartu nama anda. Misalnya anda menggunakan kartu nama dengan ukuran 90mm x 55 mm, maka ukuran resolusi yang paling aman untuk gambar pada kartu nama anda adalah 1039 x 697 pixel.

  1. Konversikan RGB > CMYk

Sama seperti yang sudah kita bahas pada artikel-artikel sebelumnya, penting untuk kita mengetahui pewarnaan apa yang digunakan oleh komputer dan pewarnaan apa yang digunakan oleh mesin cetak. Oleh karena itu, pastikan anda telah mengubah setting RGB pada komputer anda menjadi CMYk. Pastikan pula warna RGB yang anda gunakan tersedia pada warna CMYk, sehingga hasilnya tidak mengecewakan.  Sebab, terdapat beberapa warna pada RGB yang tidak dapat dicetak secara maksimal karena warna tersebut tidak tersedia pada warna CMYk.

  1. Perhatikan Bleed & Safety Area

Bleed adalah bagian pinggir yang digunakan sebagai lebihan dari image yang akan di cetak. Fungsi dari bagian ini untuk membantu saat kartu nama selesai dicetak dan dipotong. Biasanya bleed yang digunakan 3-6 mili.

Sementara itu, safety area merupakan area aman yang merupakan area keliling dari bagian dalam sekitar 5-10 mili dari pinggir ke gambar. Area ini merupakan bagian inti dari kartu nama yang tidak boleh terpotong karena berisikan informasi-informasi penting dari kartu nama tersebut.

Tujuan dari bleed dan safety area ini adalah agar bagian kartu nama dapat dipastikan tercetak dengan maksimal. Jangan sampai terpotong atau malah tidak dicetak. Terutama jika warna latar kartu nama menggunakan warna putih.

  1. Tentukan format file

Jika anda mendapatkan template kartu nama, pastikan template tersebut ada dalam format yang mudah untuk di-edit. Misalnya seperti CDR, PSD, atau Al. Format template seperti JPEG atau PDF cukup menyulitkan untuk di-edit.

  1. Pilih orientasi yang tepat

Landscape atau portrait? Anda perlu menentukan hal ini dengan tepat. Kebanyakan kartu nama menggunakan orientasi landscape (Kartu nama dalam posisi mendatar, memanjang ke samping). Hal ini disebabkan posisi landscape membuat kartu nama lebih lebar dan luas untuk dijangkau mata. Namun tidak menutup kemungkinan jika anda ingin menggunakan orientasi portrait (posisi berdiri, memanjang ke atas). Beberapa kartu nama dengan desain yang unik juga menggunakan orientasi portrait. Namun dengan orientasi ini, informasi yang ditampung dalam kartu nama menjadi lebih sedikit.

  1. Cek pengaturan sebelum mencetak

Ada beberapa pengaturan yang perlu dipastikan saat mencetak, misalnya font yang anda gunakan tersimpan dalam komputer percetakan, menutup colour scheme blocks, menyimpan file dengan format yang berbasis vektor, dan sediakan back up file dalam format yang lain. Misalnya JPEG,PDF, atau PNG.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

 

Beragam Ukuran Kartu Nama di Berbagai Negara

Tidak banyak yang tahu jika ternyata ukuran kartu nama di berbagai negara berbeda-beda. Pada dasarnya ukuran kartu nama bergantung pada standarisasi dari jasa percetakan yang anda gunakan. Atau dapat pula mengikuti keinginan anda. Jadi, ukuran ini bukanlah sebuah standar baku yang diharuskan. Namun hanya sebagai referensi jika anda ingin membuat kartu nama. Berikut ragam ukurannya :

  • Indonesia

Jika menggunakan standar Nasional Indoensia atau yang biasa disebut SNI, kartu nama diberi standar ukuran 9 x 5,5 cm atau 90 x 55 mm. Ukuran standar ini ternyata juga digunakan di beberapa negara lainnnya seperti  Australia, Denmark, New Zealand, Taiwan, Vietnam, India, Swedia, dan negara lainnya. Apakah kartu nama anda sudah sesuai dengan standar SNI?

  • Jepang

Ukuran kartu nama dari negara sakura ini hanya berbeda 1 mm dari ukuran Standar Nasional Indonesia. Ukuran kartu nama di Jepang yang biasanya digunakan adalah 91 mm x 55 mm. Ukuranya tidak akan jauh berbeda dengan standar orang Indonesia

  • Asia

Ternyata beberapa negara di Asia memiliki standar kartu namanya sendiri. Misalnya Singapore, Hongkong, Tiongkok, dan Malaisya. Ukuran yang digunakan adalah 90 mm x 54 mm. Ukuran ini juga tidak jauh berbeda dengan ukuran yang digunakan di Indonesia ataupun di Jepang.

  • Eropa

Kemudian ada juga kartu nama standar Eropa punya ukuran yang sama seperti kartu kredit, yakni sekitar 85 x 55 mm. Sekadar info, standar pembuatan kartu kredit internasional mengharuskan sudut melingkar dan ketebalan tertentu. Kartu nama standar Eropa ini biasa digunakan di United Kingdom, Belanda, Swiss, Belgia, Portugal, Turki, Itali, Prancis, Spanyol, dan negara Eropa lainnya.

  • Amerika

Amerika ternyata memiliki standar ukuran kartu namanya sendiri, yaitu 51 x 89 mm atau 2 x 3,5 inchi. Ukuran ini ternyata juga banyak digunakan oleh negara-negara lainnnya, seperti Republik Ceko, Bulgaria, Mexico, Korea Selatan, Finlandia, Rusia, Afrika Selatan, Argentina, Brazil, Kroasia, Polandia, dan masih banyak lagi negara liannya. Negara Amerika Latin biasanya yang paling banyak  menggunakan ukuran kartu nama ini sebagai standarnya.

Ukuran-ukuran kartu nama di atas hanyalah standar umum yang biasa digunakan orang di banyak negara. Namun anda tidak perlu pusing untuk memikirkannya jika anda hendak membuat kartu nama yang berbeda dengan ukuran-ukuran di atas. Anda tentu dapat menumpahkan kreativitas anda sendiri pada kartu nama yang akan anda buat, mulai dari ukuran yang besar hingga yang kecil. Entah dalam bentuk yang biasa atau bahkan kartu nama yang bisa dilipat. Semuanya tergantung pada kreatifitas anda. Pastikan kartu nama anda menyampaikan informasi penting yang diperlukan namun juga diingat oleh sang penerima kartu nama karena keunikannya. Namun, jika anda kebingungan untuk menentukan ukuran, anda bisa saja mengikuti standar yang ada. Selamat mencoba!

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

 

Pilihan warna tepat bagi kartu nama anda dilihat dari sisi psikologi

Kita sudah membahas mendalam mengenai teori warna. Sekarang waktunya kita mengaplikasi kannya kepada media cetak dengan bentuk yang anda inginkan. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pemilihan warna bagi kartu nama anda. Memusatkan perhatian pada tatanan yang tepat kartu nama bukanlah tidak penting, namun pemilihan warna yang tepat sebagai latar belakang kartu nama juga hal yang tidak boleh dilewatkan.

Seperti yang kita bahas pada artikel Fungsi Warna ternyata warna berpengaruh dari segi psikologis seseorang. Oleh karena itu, mari tentukan pilihan warna yang tepat untuk kartu nama anda. Berikut ini beberapa referensi warna untuk kartu nama anda :

1. Warna Hijau

Hijau dikenal sebagai warna yang dekat dengan alam, sebab ini sangat mewakili warna-warna yang terdapat di alam, Seperti daun, rumput, hamparan sawah, hutan, dan sebagaunya. Warna hijau menyiratkan pesan kesejukan, kenyamanan dan kejernihan. Karenanya latar belakang warna hijau sangat cocok digunakan bagi anda yang bergerak dengan basis komunitas pencinta alam atau yang berhubungan dengan alam. Misalnya anda yang bekerja di bidang kehutanan, pertanian, pekerja social. Warna ini akan sangat mendukung identitas anda. Warna hijau juga dikenal dengan kesannya yang kreatif loh. So, jangan ragu untuk menggunakan warna hijau.

2. Hijau Tosca / Biru Tosca

Warna ini juga dikenal dengan warna Torquoise yang merupakan penggabungan dari warna hijau dan biru. Warna ini termasuk dalam golongan warna netral. Jenis warna ini cocok untuk anda yang ingin membuat kartu nama yang menimbulkan kesan tenang, sejuk, dan damai. Warna seperti ini cocok untuk anda yang berprofesi sebagai public speaker, trainer, dan profesi lainnya yang mengharuskan anda bertemu banyak orang dan bersikap easy going.

3. Merah Muda / Pink

Pink sangat identik dengan kesan feminim. Oleh karenanya, warna ini cocok untuk anda yang ingin membuat kartu nama agar dapat memperkenalkan usaha fashion, aksesoris, kosmetik, perawatan kecantikan bagi para wanita.Warna ini mampu menggambarkan suasana calm, menenangkan, perhatian, dan peduli.

4. Ungu

Tidak ada yang salah dengan warna ungu. Meskipun di Indonesia warna ini dianggap warna janda. Namun, warna ini juga mampu menggambarkan sisi feminim dan kelembutan. Ungu juga menggambarkan idealisme, keseimbangan mimpi, dan imajinasi. Warna ini sangat cocok untuk anda yang berjiwa seni tinggi. Untuk membuat kartu nama dengan laatr warna ungu, ada baiknya dipadukan dengan tulisan berwarna silver, emas, putih, ataupun hitam.

5. Orange

Warna ini menggambarkan pribadi yang energik dan bersemangat namun tetap hangat. Background dengan warna ini sangat cocok bagi anda yang memiliki jiwa muda.Dengan warna ini, kepribadian yang tergambar adalah seseorang yang visioner dan segar, penuh semangat. Tidak sulit untuk memadukan warna orange dengan warna lainnya.

6. Biru

Warna ini merefleksikan pribadi yang handal, penuh tanggung jawab, integritas, kejujuran, dan profesionalisme. Kartu nama dengan latar berwarna biru sangat cocok bagi anda yang bekerja di perusahaan multinasional, bank, lembaga keuangan, maupun konsultan.

7. Hitam

Warna hitam menggambarkan pribadi yang kuat. Kartu nama dengan latar hitam membantu anda yang ingin menggambarkan kesan kuat, serius, dan tegas. Agar terlihat semakin elegan dan professional, anda bisa memadukannya dengan tulisan berwarna silver, emas, atau putih mengkilap.

Tentukan warna pilihan anda sekarang!  Kami siap untuk menjadi jasa percetakan terbaik untuk kartu nama anda!

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Ingin Mencetak Hasil Desain? Ikuti Dulu Langkah-langkah Ini!

Tanpa kualitas percetakan yang baik dan sesuai, para desainer digital seringkali kecewa karena desain impian mereka tidak dapat terwujud. Oleh karena itu, kita memerlukan strategi khusus agar hasil cetak sesuai dengan desain yang dibuat. Berikut ini beberapa tips yang bisa anda gunakan sebelum anda mencetak karya desain terbaik anda. Dengan mengikuti tips di bawah ini, anda bisa mendapatkan hasil cetak yang maksimal. Beberapa panduan ini sangat cocok untuk anda yang ingin mencetak poster entah untuk pajangan di rumah sendiri ataupun poster untuk pertunjukkan, kampanye, dan sebagainya.

  1. Pilih CMYk atau RGB?

Sebelumnya kita sudah membahas terkait dengan warna. Seperti yang kita ketahui, CMYK yang merupakan kepanjangan dari Cyan, Magenta, Yellow, dan Black ini biasanya adalah kombinasi pewarnaan yang digunakan untuk percetakan. Sangat mudah sekali untuk mengubah format warna RGB (Red, Green, Blue) menjadi CMYK. Misalnya pada aplikasi Photoshop, anda dapat memilih menu Image > Mode > CMYK Colour. Pewarnaan ini digunakan untuk merepresentasikan warna dengan akurat sesuai dengan desain anda.

  1. Konversi ke CMYk

Jik anda sudah mengkonversi pewarnaan dari RGM ke CMYk, warna yang anda lihat dilayar pasti akan berbeda. Warna hijau dan biru menjadi tidak berwarna. Karena itu anda dapat melakukan langkah-langkah ini pada aplikasi Photoshop: Gamut Warning Tool  (View > Gamut Warning dari menu file). Langkah ini dilakukan untuk melihat warna yang tidak bisa dikonversi dari RGB ke CMYk.

Adanya warna yang tidak sesuai dengan desain pada saat dikonversi ke CMYk disebabkan karena RGB memiliki ruang dan jangkauan warna yang lebih besar dari warna CMYk. Dengan ruang warna RGB, ada banyak warna yang bisa kita pilih. Namun pada realitanya, hanya ada beberapa pilihan tinta saja yang ada sehingga kita juga perlu mempertimbangkan pilihan warna saat membuat desain.

  1. Setting resolusi yang tepat

Untuk menghasilkan percetakan yang sesuai, sebaiknya kita membuat file dalam ukuran besar. Ketika resolusinya terlalu rendah, maka gambar akan buram atau pecah saat dicetak. Pastikan file yang anda buat memiliki resolusi 300 dot (Dots Per Inch). Pengaturan ini dapat dilakukan dengan cara File > New dan mengisi 300 pada kotak resolution.

  1. Mengatur ukuran yang tepat

Hal ini merupakan yang simple. Namun bisa fatal akibatnya jika tidak dibereskan. Ada beragam ukuran cetak, misalnya A2 (594mm x 420mm), A3 (420mm x 297mm), dan  A4 (297mm x 210mm), dan sebagainya.

  1. Memilih kertas yang cocok

Hal selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah memiliki jenis kertas yang tepat untuk hasil cetak anda. Jenis kertas mempengaruhi kesan yang timbul untuk kertas anda. Tak lupa juga untuk memiliki berat kertas yang sesuai. Untuk poster lebih cocok menggunakan Art Paper dengan berat 120-150 gsm.

  1. Format file

Tentukan format file yang aman untuk desain anda. Anda bisa mengubahnya ke format PDF dengan resolusi 300 dpi. Anda juga bisa menggunakan file JPEG jika resolusinya sesuai dengan harapan anda.

  1. Lakukan Spellcheck

Tentu akan sangat menyebalkan, jika anda sudah membuat karya desain yang terbaik namun salah dalam penulisan. Oleh karena itu kita perlu melakukan check & recheck terhadap penulisan yang kita buat. Kesalahan penulisan akan menyia-nyiakan seluruh desain poster anda. Pastikan tidak ada pemilihan kata yang salah, pengetikan huruf yang salah, khususnya jika anda menggunakan bahasa asing.

  1. Periksa ulang Font yang anda gunakan

Salah satu masalah yang seringkali muncul dalam percetakan adalah font yang anda gunakan tidak tersimpan pada komputer yang anda gunakan untuk mencetak. Oleh karena itu, selalu sertakan font yang anda gunakan dalam flashdisk maupun hardisk anda jika anda hendak mencetak menggunakan komputer lain. Atau anda dapat mengubah font  tersebut menjadi curve  sehingga font  tersebut dapat dibuka di mana saja.

  1. Menggunakan Vektor

Jika anda hendak mencetak file dalam format yang cukup besar, anda dapat mencetak menggunakan vektor. Anda bisa menggambar Vektor pada aplikasi Adobe Illustrator. Dengan vektor hasil cetak akan terlihat lebih jernih.

  1. Tentukan percetakan yang tepat

Pastikan anda memilih tempat percetakan yang mampu mencetak sesuai keinginan anda. Printer yang berbeda akan menghasilkan hasil cetak yang berbeda pula. Perhitungan juga kecepatan percetakan agar hasilnya dapat selesai pada waktu yang anda inginkan. Pertimbangkan pula harga dan kualitas yang ditawarkan. Untuk percetakan dengan kualitas yang terbaik, cepat, dan murah, tidak perlu repot-repot keluar rumah anda dapat mengunjungi klikprint.co.id. Untk info lebih lanjut anda dapat menghubungi (031) 3557730. Klik Print? Now I can Print everywhere!

 

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Penggolongan Warna (5)

Penggolongan warna sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu : warna primer, warna sekunder, warna tersier, warna netral, warna panas, warna dingin, dan warna kontras. Pada artikel kali ini kita akan membahas 2 jenis penggolongan sekaligus, yaitu warna dingin dan warna komplementer.

Warna yang termasuk dalam golongan warna dingin adalah warna hijau, biru, dan ungu. Warna ini memberikan kesan pribadi yang pendiam. Yang mewakili warna ini adalah warna malam, alam, dan air yang biasanya membawa ketenangan.

Satu-satunya warna primer dari penggolongan warna dingin ini adalah warna biru. Sedangkan warna lainnya dibuat dengan menggabungkan biru dengan warna hangat (kuning, hijau, dan merah untuk ungu). Warna hijau mengambil beberapa atribut kuning. Sedangkan Warna ungu mengambil atribut warna merah.

  1. Hijau

Hijau menunjukkan sebuah awal yang baru dan pertumbuhan. Warna ini juga memberikan kesan kelimpahan. Namun dari sisi negatif, hijau juga dipakai untuk menggambarkan iri hati, cemburu, dan kurangnya pemahaman.

Hijau memiliki sifat yang menenangkan seperti warna biru. Dalam dunia desain, hijau dapat memiliki menyeimbangkan dan menyelaraskan. Oleh karena itu, warna hijau sangat cocok digunakan untuk desain yang berkaitan dengan kekayaan, stabilitas, dan pembaruan. Untuk warna hijau cerah, biasanya member kesan energik dan bersemangat. Sementara Hijau gelap menggambarkan kemakmuran.

  1. Biru

Pada sisi negative, biru digunakan untuk menggambarkan kesedihan dan hal itu digunakan dalam bahasa Inggris. Namun, biru juga digunakan untuk menggambarkan ketenangan dan tanggung jawab. Warna ini dipandang sebagai warna yang ramah dan menyegarkan. Biru juga seringkali dikaitkan dengan perdamaian dan mempunyai maksa spiritual dalam banyak agama dan tradisi.

Makna dari warna biru pada dasarnya sangatlah luas. Hal ini bergantung dari penggunaan rona keteduhan yang tepat. Cahaya kebiruan menggambarkan suasana santai dan menenangkan. Sementara biru terang memberikan gambaran energi dan kesegaran. Warna biru gelap cocok untuk desain perusahaan yang ingin menggambarkan kekuatan dan kehandalan.

  1. Ungu

Warna ungu memiliki beberapa makna. Warna ini seringkali dihubungkan dengan kerajaan. Namun juga seringkali dikaitkan dengan kreativitas dan imajinasi. Di Thailand, Ungu adalah warna berkabung bagi para janda. Sementara itu warna ungu gelap dikaitkan dengan kekayaan dan royalty. Warna ungu yang ringan seperti lavender memberikan kesan romantis. Ungu gelap memberikan kesan kekayaan dan kemewahan. Sementara cahaya ungu yang lebut berhubungan dengan musim semi dan asmara.

Penggolongan berikutnya adalah warna kontras dan monotone. Warna kontras terdiri dari kontras komplementer, kontras split komplemen, kontras triad komplementer, kontras tetrad komplementer. Sementara warna monotone terdiri dari monotone chromatic dan monotone achromatic.

1. Kontras komplementer

Kontras komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan (sudut 180°) dilingkaran warna. Kedua warna dengan sudut ini menghasilkan hubungan kontras yang paling kuat, terang, dan hidup. Skema warna golongan ini yang paling umum adalah kombinasi warna primer dan sekunder. Contoh warna yang termasuk dalam penggolongan warna ini adalah warna hijau dan merah, orange dan biru, serta kuning dan ungu. Kombinasi dari golongan ini merupakan kombinasi warna panas dan dingin.

2. Kontras split komplemen

Kontras split komplemen merupakan dua warna yang saling berseberangan dengan sudut yang mendekati 180°. Skema ini memang kontras namun tidak ekstrim. Misalnya warna kuning dipadukan dengan merah ungu atau biru ungu. Jadi skema ini memadukan 3 warna.

3. Kontras triad komplementer

Golongan warna ini merupakan tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°. Skema warna ini menciptakan kombinasi warna yang hidup.

4. Kontras tetrad komplementer

Penggolongan ini disebut juga double komplementer. Skema ini memadukan 4 warna yang membentuk bangun segi empat (sudut 90°).

5. Monotone Chromatic

Skema warna monotone chromatic merupakan paduan satu warna dengan variasi saturasi atau bayangan.

6. Monotone achromatic

Skema warna  achromatic merupakan paduan satu warna dari putih ke hitam.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

Penggolongan Warna (4)

Penggolongan warna berikutnya yang akan kita pelajari bersama adalah penggolongan warna panas dan warna dingin. Penggolongan kedua jenis warna ini didapatkan dari lingkaran warna primer hingga tersier yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu, warna panas dan warna dingin. Pada artikel kali ini kita hanya akan membahas mengenai warna panas.

Warna yang tergolong dalam warna panas adalah warna merah, orange, dan kuning atau kombinasi dari ketiga warna tersebut. Warna ini adalah warna api, daun musim gugur, dan matahari terbenam serta terbit. Warna-warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan energi, semangat, dan hawa positif.

Warna merah dan kuning adalah warna primer. Jika warna orange dicampurkan pada kedua warna ini, maka warna yang muncul akan memberikan kesan hangat. Warna seperti ini dapat digunakan untuk desain yang menggambarkan kesan bahagiah, bergairah, antusias, dan penuh energi.

Berikut ini warna-warna yang termasuk dalam warna panas :

1. Merah

Warna ini merupakan warna yang paling panas di antara warna lainnya. Merah seringkali dihubungkan dengan api, kekerasan, dan juga peperangan. Seringkali warna ini juga dihubungkan dengan cinta dan gairah. Dalam sejarah, warna merah juga seringkali diberikan untuk melambangkan iblis ataupun cupid (malaikat cinta). Dari segi psikologis, warna merah yang panas dan membangkitkan emosi dapat berpengaruh lebih jauh hingga ke dampak fisik. Misalnya seperti peningkatan tekanan darah dan tingkat respirasi. Warna merah juga digunakan untuk melambangkan peningkatan metabolisme manusia.

Karena warnanya yang panas, warna merak seringkali digunakan untuk menggambarkan situasi yang penuh kemarahan dan juga sebagai peringatan akan sesuatu yang bersifat penting/urgent, seperti tanda peringatan, alarm warning, dan sebagainya.

2. Orange

Seperti namanya, warna orange selalu dikaitkan dengan buah jeruk. Warna ini memberikan kesan yang bersemangat dan energik. Warna ini juga dapat dikaitkan dengan musim gugur dan bumi. Warna ini mewakili perubahan musim.

Selain itu warna orange juga dikaitkan dengan kesehatan dan vitalitas. Hal ini disebabkan karena nama yang sama yang juga digunakan untuk buah. Warna orange juga seringkali digunakan sebagai pengganti dari warna merah. Sifatnya dipandang menimbulkan kesan yang lebih ramah dibandingkan warna merah.

3. Kuning

Dari ketiga warna ini, kuning dianggap sebagai warna yang paling hangat. Sebab, warna ini sama dengan sinar matahari. Selain itu, warna ini juga digunakan untuk menggambarkan kebahagian dan harapan. Di sisi negatif, kuning digunakan untuk menggambarkan penipuan dan pengecut. Seringkali warna ini juga digunakan untuk menunjukkan tanda bahaya, walapun tidak sekuat warna merah.

Warna ini memiliki berbagai pemaknaan yang berbeda di beberapa negara. Misalnya di Mesir, kuning melambangkan suasana berkabung. Sementara itu, di Jepang, kuning melambangkan keberanian. Di India, kuning digunakan untuk pedagang.

Warna kuning yang lembut biasanya digunakan untuk warna gender netral pada bayu dan anak-anak. Cahaya dari warna kuning juga dapat menimbulkan kesan tenang.

Untuk desain yang tepat, gunakan paduan dari ketiga warna ini untuk menggambarkan sebuah kehangatan yang penuh dengan semangat, kebahagian, dan keceriaan. Pastikan anda memilih jasa percetakan yang tepat untuk mewujudkan karya desain terbaik anda. Cetak segera karya anda di klikprint.co.id. Info lebih lanjut dapat menghubungi (031) 3557730.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber

 

Penggolongan Warna (3)

Percampuran dari ketiga warna dasar dalam perbandingan 1:1:1 akan menghasilkan warna netral. Hasil dari campuran ketiga warna ini secara tepat akan menuju ke warna hitam. Percampuran ini sering kali muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam.

Berikut ini warna-warna yang tergolong dalam warna netral:

1. Hitam

Dari segi psikologis, hitam dapat menimbulkan beberapa kesan. Di sisi yang positif, hitam dapat memberikan kesan keanggunan, firmalitas, dan kekuatan. Dari sisi negatif, hitam seringkali digunakan untuk menggambarkan kejahatan, kematian, dan misteri. Hitam juga menggambarkan suasana berkabung di banyak negara Barat. Di beberapa kebudayaan, hitam juga menggambarkan suasana pemberontakan, Halloween, dan klenik. Dalam seni desain hitam juga dapat digunakan  untuk menimbulkan kesan canggih dan misteri.

Hitam merupakan warna yang paling kuat dari warna-warna netral lainnya. Selain menggambarkan suasana di atas. Dalam dunia desain hitam seringkali digunakan untuk menimbulkan kesan elegan. Kesan ini dapat ditimbulkan baik secara konservatif ataupun modern, tradisional atau konvensional. Hal ini bergantung dari warna-warna apa yang dipadukan dengan warna hitam.

2. Putih

Warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan kesucian, kebersihan, kebaikan, dan kebajikan. Seringkali, warna ini juga digunakan untuk pakaian dari gaun pengantin perempuan pada hari pernikahan. Selain itu, karena menggambarkan kebersihan, warna putih biasa digunakan dalam industri perawatan kesehatan, seperti dokter, perawat, dokter gigi, dan lain-lain.

Warna putih berada pada ujing spektrum dari hitam. Warna ini dapat bekerja sama saat dipadukan dengan warna lain. Karena warnanya yang netral, warna putih seringkali dijadikan warna latar yang memungkinkan warna lainnya menjadi bagian yang menonjol. Warna ini juga seringkali digunakan untuk desain minimalis. Putih juga dapa digunakan baik musim dingin maupun musim panas. Hal ini bergantung dari motif dan warna yang dipadukan dengannya.

3. Abu-abu

Warna abu-abu dapat menimbulkan kesan surat dan menyedihkan. Namun seringkali cahaya dari warna ini  digunakan sebagai pengganti untuk warna desain putih. Warna ini merupakan akhir dari spektrum warna. Abu-abu seringkali dianggap sebagai warna yang konservatif dan formal namun bukan berarti tidak dapat digunakan untuk menimbulkan kesan moderen.

4. Coklat

Warna ini merupakan warna netral yang hangat. Warna ini sangat berhubungan dengan bumi, kayu, dan batu. Warna coklat memberikan kesan ketergantungan dan kehandalan serta ketabahan. Warna ini juga sangat membumi namun dapat juga dianggap membosankan. Pada desain coklat biasanya digunakan untuk warna latar belakang. Warna ini juga terkadang digunakan dalam bentuk paling gelap sebagai pengganti warna hitam, baik dalam latar maupun tipografi.

Melalui penggolongan warna netral ini, anda dapat belajar untuk menggunakan warna-warna di atas untuk hasil karya desain yang membutuhkan warna-warna netral sehingga dapat dipadukan dengan warna-warna lainnya. Untuk hasil percetakan terbaik, pastikan anda hanya menggunakan jasa kami. Kunjungi segera website kami klikprintl.co.id atau hubungi (031) 3557730.

Referensi : Dikutip dari berbagai sumber